Saturday, November 1, 2008


title : august rush
type : western movie
category: drama, musical, romance
language : english
cast :
Freddie Highmore as evan taylor
Keri Russell as Lyla Novacek
Jonathan Rhys Meyers as Louis Connelly
Terrence Howard as Richard Jeffries
Robin Williams as Maxwell 'Wizard' Wallace
Leon Thomas III as Arthur


synopsis:
august rush atau evan taylor, lyla dan louis adalah tiga orang yang terikat dalam cinta dan music namun terpisahkan oleh karena ayah lila tidak menginginkan lyla memiliki bayi yaitu evan taylor dan tidak menginginkan louis mengganggu hidup dan karir putrinya dalam bermusik. hingga ayah lyla mengambil keputusan pada lyla untuk membuang evan taylor dan berbohong bahwa evan telah meniggal.

lyla adalah seorang pemain cello yang sangat berbakat. kemampuannya dalam bermusik tidak diragukan lagi. tak beda dengan lyla, lyla juga merupakan seseorang yang memiliki jiwa seni dalam bermusik. louis sangat pandai dalam bermain gitar dan menciptakan lagu2 untuk bandnya dan ia merupakan seorang rockstar.
hingga akhirnya dia bertemu dengan lyla pada suatu pesta. akan tetapi hubungan mereka tidak berlangsung lama karena ayah lyla tidak menginginkan karir putrinya terganggu dengan adanya louis. lyla terpisah dengan louis dan lebih menyedihkan lagi lyla mengandung anak louis tanpa louis tahu akan hal itu.

evan harus hidup di sebuah panti asuhan dimana teman2nya menganggapnya freak karena dia bisa mendengarkan hal2 yang dirasa teman2nya adalah suatu hal yang aneh. kemampuan evan dalam mendengarkan suara2 menuntun dia ke suatu jalan dimana dia bertemu dengan orang-orang yang menghargai musiknya. derap langkah, angin yang berhembus, bahkan suara2 arus listrik adalah sebuah music bagi evan...dia terus berjalan mengikuti kata hati dan jiwa serta music yang menuntunnya. dan dia percaya bahwa dia akan terhubungkan dengan orang tuanya lewat music. august terus dan tetap memainkan musiknya hingga akhirnya dia bertemmu dengan kedua orang tuanya pada saat usianya sudah 11 tahun.


my word :
sudahkan kalian semua menonton film yang satu ini. august rush adalah suatu film musical yang berbobot serta cukup bermakna dan memberi inspirasi akan suatu keyakinan yang tak terdeskripsikan oleh kata. bahkan keyakinan untuk mengikuti kata hati dan suatu hal yang terkadang tidak bisa kita rasionalisasi namun kita sangat yakin dan percaya akan hal tersebut.

aku cuma bisa berdecak kagum saat august rush memainkan gitarnya...
irama music seakan selalu hidup dalam pikirannya.permainan gitar yang sangat cantik dan unik...dan walopun agak fiksi sekali seorang anak kecil mempunyai kemapuan sangat luar biasa dalam bermain alat2 music, bahkan dengan kemampuannya yang sangat jenius dalam hal music dia bisa membuat sebuah konser music tunggal...wow...so cool.
wahh lebih kerennya lagi neh when august said that he loves music more than food...
waduhh adakah orang seperti ini didunia ini...

seperti liric lagunya ada band yang pernah aku posting juga: bahwa
"ketika dunia tak mengeluarkan suara jangan pernah berhenti bernyanyi. Bawa semua angan dan harapan lewat nada Ketika dunia acuhkan dirimu jangan ragu nyatakan sikapmu beri keyakinan dalam jiwa percayalah masih ada senyum menanti "

august benar2 percaya akan kata hatinya dan membawa semua harapan dan angannya lewat nada2 ...dan ketika dunia mengacuhkan dirinya, dia tak ragu menyatakan sikapnya untuk terus bermain musik dan percaya bahwa suatu saat ketika dia tidak menemukan orang2 yang dicintainya (ortu), merekalah yang akan menemukan august. dan august yakin bahwa orang2 yang dicintainya akan mendengarkan music yang dia mainkan..

kata yang sangat aku suka dari film ini:
'Cause if you hadn't found me I would have found you..."

"The music is all around you, all you have to do is listen ".

dan biarkan music menuntunmu. weee so sweet...

2 Comments:

  1. opphin said...
    hadduhhhhh,,,,eniiii,.,,,
    moga ni bisa ya,,,

    aku dah pernah nonton,,,
    keren abis,,,
    eni cute said...
    ya eyalah kamu dah nonton...
    bukannya kita nontonnya bareng di scs ya...
    hwahahahah...
    eh lupa ding...

Post a Comment